profesionalisme
berarti bekerja tuntas dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh
tanggung jawab dan komitmen yang tinggi. Untuk mewujudkannya, ada 2 perilaku
utama yang harus dimiliki, yaitu:
a.
Mempunyai keahlian dan pengetahuan yang luas
b.
Bekerja dengan hati
Profesionalisme
merupakan suatu proses yang tidak dapat di tahan-tahan dalam perkembangan dunia
perusahaan modern dewasa ini. PARSONS tidak tahu arah lanjut proses
profesionalisasi itu nantinya, tapi menurutnya, bahwa keseluruhan kompleks
profesionalisme itu tidak hanya tampil kedepan sebagai sesuatu yang terkemuka,
melainkan juga sudah mulai mendominasi situasi sekarang.
1. pendekatan
berorientasi filosofis
pendekatan lambang profesional, pendekatan sikap
Individu dan electic.
2. pendekatan
perkembangan bertahap
individu(dengan minat bersama)berkumpul, kemudian
mengidentifikasian dan mengadopsi ilmu, untuk membentuk organisasi profesi, dan
membuat kesepakatan persyaratan profesi, serta menentukan kode etik untuk
merevisi persyaratan.
3. pendekatan
berorientasi karakteristik
etika sebagai aturan langkah- langkah, pengetahuan
yang terorganisasi, keahlian dan kopentensi khusus, tinggkat pendidikan
minimal, setifikasi keahlian.
4. pendekatan
berorientasi non- tradisional
mampu
melihat dan merumuskan karakteristik unik dan kebutuhan sebuah profesi.
Setiap
pekerjaan mensyaratkan pelakunya untuk memiliki keahlian dan ketramplilan tertentu
yang disebut dengan spesialisasi. Seorang profesional dituntut menguasai
keahlian dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh spesialisasinya. Untuk itu
diperlukan kesediaan meng-upgrade diri dengan belajar terus menerus agar mampu
beradaptasi dengan situasi dan kondisi lingkungan kerja yang akan selalu
berubah dari waktu ke waktu. Tidak ada kata cukup, berhenti, apalagi menyerah
dalam pengembangan diri. Merasa sudah cukup hebat dan berpengalaman berarti
merelakan diri untuk dicap sebagai “pengenang masa lalu”. Berhenti belajar
berarti merelakan dirinya menjadi, maaf, bodoh. Merasa tidak mampu lalu
menyerah berarti merelakan diri untuk ditinggalkan. Maka, seorang profesional
akan terus mencari cara untuk menjadi yang terbaik.
Profesionalisme
memerlukan apa yang disebut para ahli sebagai hard competency dan soft
competency. Hard competency mengacu pada keahlian dan ketrampilan, yakni yang
berhubungan dengan kemampuan teknis dan fungsional suatu pekerjaan. Sedangkan
soft competency mengacu pada sikap dan perilaku ketika bekerja.
Adapun
syarat profesionalisme yaitu :
a.
dasar ilmu yang dimiliki kuat dalam bidangnya
b.
penguasaan kiat-kiat profesi berdasarkan riset dan praktis
c.
pengembangn kemampuan profesional yang berkesinambungan
Dikatakan
bahwa selain bertanggung jawab secara teknis, seorang profesional juga perlu
mengerti tentang etiket. Etiket mengacu pada norma sopan santun dan tata krama
yang biasanya berpedoman pada adat istiadat. Dengan berbekal keahlian teknis
dan pemahaman tentang etiket, seorang profesional akan menghasilkan produk yang
bermutu dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral. Ia tidak akan menjadi
orang pintar yang suka membodohi, membohongi dan menipu orang lain ataupun
pejabat yang menghambat; namun, ia adalah orang pintar yang rendah hati, orang
rajin yang ikhlas, dan pekerja keras yang peduli dan senang membantu.
sumber :
Agen Judi Online
BalasHapusAgen Judi
Agen Judi Terpercaya
Agen Bola
Bandar Judi
Bandar Bola
Agen SBOBET
Agen Casino
Agen Poker
Agen IBCBET
Agen Asia77
Agen Bola Tangkas
Prediksi Skor
Prediksi Skor REAL MADRID VS LAS PALMAS 31 Oktober 2015
Prediksi Skor CHELSEA FC VS LIVERPOOL FC 31 Oktober 2015
Prediksi WEST BROM ALBION VS LEICESTER CITY 31 Oktober 2015
Prediksi Skor GRONINGEN VS PEC ZWOLLE 1 November 2015
http://mitra303.com/prediksi-skor-inter-milan-vs-as-roma-1-november-2015/